Waterbirth:Menyenangkan Untuk Ibu, Baik Untuk Bayi(Bag.2)
Infowanita.com - Melahirkan di dalam air walaupun dapat lebih menyenangkan untuk ibu karena dapat mengurangi rasa sakit selama melahirkan dan juga baik untuk bayi karena dapat mengurangi cidera pada bayi saat keluar dari rahim ibu. Melahirkan di air memang banyak memberi keuntungan dibandingkan dengan melahirkan dengan cara yang konvensional. Namun bukan berarti melahirkan di air tanpa resiko. Berikut ini beberapa resiko jika memilih untuk melahirkan di air baik bagi bayi maupun anak.
Resiko Water Birth Untuk Ibu dan Bayi ?
Menurut artikel yang ditulis oleh Royal College of Obstetrician and Gynecologists, ada beberapa risiko teoritis dari emboli air, dimana air memasuki aliran darah ibu.
Meskipun the British Medical Journal merasa yakin 95% pada kelahiran di air, ada peluang risiko aspirasi air. Jika bayi mengalami tekanan pada jalan lahir atau tali pusat menjadi terbelit atau melilit, bayi mungkin sulit bernapas (megap-megap), ada peluang mengisap air ke paru-parunya. Namun ini kejadian yang jarang karena babi tidak mengisap udara kecuali sampai tali pusat dipotong. Mereka menerima oksigen dari tali pusat sampai mereka mengisap udara sendiri sesaat tali pusat dipotong.
Setelah mengetahui resiko melahirkan di air, Anda juga harus mengetahui kondisi-kondisi seperti apa yang tidak ideal untuk ibu melahirkan di air.
Kondisi yang Tidak Ideal Untuk Melahirkan Dalam Air?
- Jika ibu memiliki penyakit herpes: Jika Anda memiliki penyakit Herpes diskusikan terlebih dahulu dengan dokter Anda jika ingin melahirkan di air karena Herpes dapat dengan mudah menular melalui air.
- Jika bayi sungsang: Meski melahirkan di air, posisi bayi tengkurap atau kaki lebih dulu, namun jika bayi sungsang bicarakan hal ini dengan dokter
- Jika Ibu di diagnosis akan terjadi pendarahan berlebih dan infeksi kehamilan
- Jika ibu melahirkan anak kembar yang jumlahnya lebih dari dua: Walaupun metode melahirkan di air telah sukses dalam hal ibu yang melahirkan dua anak kembar, namun sebauiknya bagi Anda yang akan melahirkan anak lebih dari satu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.
- Jika ibu diramalkan akan melahirkan premature: Jika bayi diramalkan akan lahir prematur misalnya bayi akan lahir dua minggu sebelum waktunya lahir maka melahirkan di air tidak disarankan.
- Jika terdapat meconium parah, yang akan membahayakan bayi yang dilahirkan.
- Jika ibu menderita toxemia atau preeclampsia: Konsultasikan dahulu dengan dokter kandungan Anda untuk melakukan melahirkan di dalam air.
Sumber:
1 Gilber RE, Tookey PA. Perinatal mortality and morbidity among babies delivered in water: national surveillance study. BMJ 1999; 319:483-7
2 LMM Duley MRCOG, Oxford. "Birth In water: RCOG Statement No. 1." Royal College of Obstetricians and Gynecologist. January 2001.
3 "Perinatal mortality and morbidity among babies delivered in water: surveillance study and postal survey." British Medical Journal. August 21, 1999.
Gentle Birth Choices Harper, Barbara, R.N., Ch. 6

